Thursday, 17 June 2010

Pelatihan Pemrograman IDL (Interactive Data Language)

Bidang Pemodelan PTISDA bekerjasama dengan Pusbindiklat BPPT mengadakan pelatihan pemgrograman dengan menggunakan IDL pada hari Rabu, 16 Juni 2010 bertempat di Ruang Pelatihan Pusbindiklat Gedung BPPT I lantai 13 dengan pengajar Ir. Sidik Mulyono, MEng. Pelatihan IDL kali ini lebih ditujukan untuk keperluan program Hyperspectral untuk pertanian.

Pelatihan dihadiri oleh 16 orang peserta berasal dari beberapa unit di BPPT. Peserta terlihat sangat antusias dengan materi yang diajarkan. Terlebih lagi pengajar dan fasilitas di Pusbindiklat yang sangat mendukung menjadikan pelatihan berlangsung lancar karena peserta bisa langsung mencoba sendiri apa yang diajarkan.

IDL (Interactive Data Language) adalah software ideal untuk keperluan analisis data, visualisasi, dan pengembangan aplikasi lintas platform. IDL yang pemrogramannya mirip bahasa pemrograman MATLAB tetapi memiliki keunggulan IDL yaitu IDL dapat mengintegrasikan kekuatan antara bahasa yang berorientasi array dengan analisis matematika yang kompleks dan teknik penyajian grafik. Dan IDL dapat menggunakan beberapa kombinasi bahasa pemprograman bahasa C ataupun Fortran tanpa menghilangkan fleksibilitas dan kinerja.

Wednesday, 9 June 2010

Peluncuran SIJAMPANG

Pada hari Selasa, 8 Juni 2010 peresmian peluncuran Sijampang. Sijampang merupakan sistem informasi yang melengkapi informasi cuaca ditanah air. Sijampang merupakan singkatan dari Sistem Informasi Hujan dan Genangan berbasis Keruangan. Sijampang mengkhususkan pada penyebaran informasi hujan dan genangan terkini (near real time) yang dihasilkan dari data Radar Cuaca yang terpasang di PUSPITEK Serpong,Tangerang.
Sijampang melibatkan partisipasi publik dalam bentuk informasi insitu mengenai hujan dan genangan yang terjadi melalui SMS. Selain dari radar cuaca dan informasi publik, Sijampang juga menerapkan konsep integrasi dara melalui internet,dimana data dari berbagai sumber dapat disatukan dan dijadikan informasi yang lebih komprehensif.

Sosialisasi aplikasi dan teknologi yang digunakan Sijampang dilakukan melalui beberapa kegiatan antara lain melalui blog,milis yang terkait dengan pemangku kepentingan,dan juga melalui kunjungan ke sekolah. Khusus mengenai kunjungan ke sekolah(Sijampang goes to school) dari tingkat dasar hingga menengah agar menambah wawasan mengenai teknologi terapan dan kondisi lingkungan yang terjadi didaerahnya.


Sijampang dapat diakses melalui :
Peta Hujan terkini : http://neonet.bppt.go.id/sijampang
Info Hujan terkini : http://twitter.com/infohujan
Blog kegiatan : http://sijampang.wordpress.com
Facebook : http://bit.ly/fbsijampang.

Saturday, 1 May 2010

Survey pengukuran LAI dan SPAD di Kab. Indramayu April- Mei 2010

Pengukuran LAI dan SPAD di Kab. Indramayu dilakukan sebanyak 4 kali survei dimana waktu pengambilan data disesuaikan dengan jadwal lintasan satelit ASTER di lokasi Indramayu, yaitu pada: 28 April, 30 Mei, 1 Juli dan 2 Agustus 2010.

Tanggal 26 April, setelah makan siang tim WP 2.1 berangkat menuju Indramayu dan tiba dihotel sebelum magrib daerah Losarang.Setelah maghrib kami mencari kekosongan perut didaerah kota indramayu dengan pedesan entog yang peudes,eh ternyata malah masuk ke ayam penyet tidak jauh dari entog pedesan tersebut karena telah berganti nama.Lumayan tahu dan tempenya uenak tenan plus empuk...

Saat itu juga tim kami janjian dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Indramayu membicarakan lokasi pengamatan dan dilakukan di 5 segmen, 7 quadrat per segmen, 3 sample point per quadrat dengan jarak 15-30 m, dan 3 rumpun per sample point. Adapun lokasi pengamatan Gol 1 : 66303(Ds.Kedungdawa, Gabuswetan), 66204 (ds. Sidodadi, Haurgeulis) dilakukan 2x lokasi. Untuk Gol 2 : 66304 (Ds. Gabuskulon, Gabuswetan), 62206 (Ds.Sumbon, Kroya), Gol 3 : 66401 (Ds.Kendayakan, Terisi), 66301 (Sukamelang, Kroya), Gol 4 : 70503 (Plawangan, Bongas), 70504 (Ds.Soge, Kandanghaur) salah satu tersebut.[Gambar golongan]

Dihari kedua diawali dengan melatih Dinas Pertanian dan Peternakan Indramayu menggunakan Soil and plant analysis development (SPAD) dan mencoba daun-daun disekitar hotel dengan cara kalibrasi dan cara pengambilan sampel daun [Gambar Mengukur SPAD].
Hari ini tim mengukur segmen 70504 dan timpun dibagi menjadi 3 grup dengan 2 orang per grupnya agar proses pengukuran lebih cepat dengan mengukur skema lapangan supersite setiap grup.[Gambar menyebrang sawah]
Setiba dihotel tim kami dikunjungi oleh tim KSA1,lalu kamipun berbincang-bincang.

Dihari ketiga pada tanggal 28 April pagi harinya sekitar jam 7 kami pergi ke BB PADI membawa 15 sampel rumpun untuk diukur LAI dan bertemu Bapak Rizal dan Ujang(Pengukur). Setelah itu kami melanjutkan survei dengan mengukur 2 golongan sekaligus yaitu golongan 2 mengambil data segmen 62206 (Ds.Sumbon, Kroya) pada pagi sampai siang harinya,golongan 3 mengambil data 66401 sampai sore harinya. Dari Dinas Pertanian dan Peternakan Indramayu ada perubahan personil Ibu Popi digantikan dengan Bapak Jeki. Surveipun sudah selesai hari ketiga, kamipun mendapat lokasi makan malam 2,5km dari hotel dengan mencatatnya diGPS.

Dihari keempat, tim kami mengukur golongan 1 dengan berubah personil 1 tim BPPT dengan 1 tim Dinas Indramayu untuk dilatih lebih tepat. Hari ini tim mengukur segmen 66204 (ds. Sidodadi, Haurgeulis) dengan masa tillering sampai sore harinya.

Keesokan harinya tepatnya hari jumat,pada pagi harinya saya dan Bpk Arief D. ke BB PADI untuk membawa 12 sampel rumpun dan mendapatkan hasil LAI yang kemarin,dan melanjutkan kelokasi Dinas Indramayu kami Dinas Pertanian dan Peternakan Indramayu kamipun diskusi dengan Ibu Popi dari Dinas Pertanian dan Peternakan Indramayu.Dan siangnya untuk survei golongan 1 dengan segmen 66303(Ds.Kedungdawa, Gabuswetan)

foto dapat dilihat di :
Album Survei Indramayu



Thursday, 22 April 2010

Penginderaan Jauh untuk memetakan Sebaran Budidaya Rumput Laut di Kabupaten Parigi Moutong

Kegiatan penelitian penerapan teknologi penginderaan jauh untuk memetakan penyebaran budidaya rumput laut komoditi ekonomis merupakan riset terapan untuk membantu mengidentifikasi lokasi budidaya rumput laut. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji lokasi yang sesuai dan berpotensi baik untuk pengembangan budidaya dan ditanami rumput laut dengan menggunakan teknologi penginderaan jauh yaitu menggunakan citra satelit dan validasi langsung ke daerah rumput laut melalui survey lapangan.
Kegiatan dilaksanakan tanggal 17 - 22 Mei 2010. Dengan tim pertama 17-18 Mei 2010 sebagai pre survey,dan 19-22 Mei 2010 untuk survei rumput laut.
Bekerjasama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Parigi Moutong – Provinsi Sulawesi Tengah.
Penulis,
Model

Friday, 9 April 2010

Spectrometer dan Program SRISOFT

Tahun ini Tim Modelling akan melakukan 4 pupuk berbeda yaitu 0,100,250 dan 350Kg dengan varietas 3 untuk sementara yaitu : IR64,Impari10 dan Hipa5 dengan 3 kali ulangan. Lokasi ini telah juga dikunjungi dua tahun lalu saat tim melakukan pengukuran dengan alat spectrometer HR2000+ tapi kali ini menggunakan alat dari kerjasama Bakosurtanal dan alat dari Jepang. Dan sasaran berikut dari alat ini dapat hasil yang optimal.

Tahun lalu, 2009, pengukuran spektral padi dilakukan untuk satu varietas yaitu varietas Ciherang(Cg),Cilamaya(Cl),IR-64(Is),IR-42(If),Sintanur(Sn),dan Ketan Lusi(Kt) pada tiga stadia (vegetative, generative dan ripening). Akhir dari pengukuran ini didapatkan prediksi data level dari 0.0 s/d 2.0 yang diprogram oleh Tim Modelling dinamakan "SRISOFT".
Gambar SRISOFT

Dimana prediksi data level
Data level 0.0 : berupa data text files untuk hasil pengukuran fieldspec(FS)
Data level 0.1 : berupa nilai rata-rata hasil pengukuran dari versi sebelumnya.
Data level 1.0 : berupa nilai rata-rata quadrate base yang telah diberi nama fase pertumbuhan (Vegetatif,Reproduktif,Ripening dan Total) dan list Varietas.
Data level 2.0 : berupa penklasifikasian per band dan berdasarkan fase pertumbuhan.

Dan setelah mendapatkan data level-level tersebut kemudian dimethodekan secara linier regresi,MLR,PCR dan PCA.

Tim yang bekerjasama dengan rekan-rekan yaitu dari BB-Padi Sukamandi Subang,Kementrian Pertanian dan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Indramayu dan Bakosurtanal.

Created by M.Iqbal Habibie,S.Kom,MCP

Wednesday, 7 April 2010

Gempa 7.7 SR Patahan Mentawai

Kekuatan Gempa 7.7 SR, kedalaman 31 KM (Rabu 07 April 2010, jm 05.15 WIB). Patahan Mentawai segmen Nias masih sangat aktif. Patahan tersebut masih sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup warga di Pantai Barat sumatera.

http://earthquake.usgs.gov/earthquakes/dyfi/events/us/2010utc5/us/index.html

Thursday, 1 April 2010

Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation (REDD)

Fakta & Data

Tutupan Hutan1

* Luasan total hutan di dunia yakni sekitar 4 milyar hektar, yang mewakili hampir 30 persen dari masa lahan bumi. Sekitar 56 persen dari hutan tersebut berada di kawasan tropis dan subtropis.
* Tutupan hutan tidak tersebar secara merata. Hanya tujuh negara yang memiliki hampir sekitar 60 persen tutupan hutan, 25 negara memiliki sekitar 82 persen dan 18 persen sisanya dimiliki secara proporsional oleh 170 negara.
* Hutan tanaman besarnya sekitar 3,8 persen dari total seluruh kawasan hutan, atau sebesar 140 juta hektar.



Hilangnya Hutan2

* Hilangnya luasan hutan di dunia diperkirakan mencapai sekitar 7,3 juta hektar per thaun untuk periode tahun 2000–2005.
* Luasan ini mewakili penurunan untuk periode 1990–2000, dimana rata-rata laju deforestasi sebesar 8,9 juta hektar per tahun.
* Luasan terbesar deforestasi terjadi di Amerika Selatan, sebesar 4,3 juta hektar per tahun, diikuti oleh Afrika dengan empat juta hektar per tahun.



Hutan dan Penghidupan

* Lebih dari satu milyar orang sangat tergantung pada hutan sebagai mata pencaharian mereka. 3
* Lebih dari 2 milyar orang, sepertiga dari populasi dunia, menggunakan bahan bakar biomas, terutama kayu bakar, untuk memasak dan menghangatkan rumah mereka.
* Ratusan juta orang bergantung pada obat-obatan tradisional yang diperoleh dari dalam hutan. 4
* Di 60 negera berkembang, berburu satwa dan mengambil ikan di lahan berhutan memberikan sumbangan lebih dari seperlima dari total kebutuhan protein masyarakat. 5



Hutan dan Ekonomi6

* Pada tahun 2003, perdangan internasional untuk kayu gergajian, bubur kayu, kertas dan papan jumlahnya mencapai 150 milyar dolar Amerika, atau 2 persen lebih dari perdangan di dunia. Dunia maju mencapai dua pertiga dari produksi dan konsumsi ini.
* Di banyak negara berkembang, perusahaan berbasis hutan menyediakan setidaknya sepertiga lapangan pekerjaan bagi penduduk desa untuk bekerja di bidang non-pertanian dan memperoleh pendapatan melalui penjualan produk-produk kayunya.
* Nilai perdagangan hasil hutan bukan kayu (HHBK) diperkirakan mencapai 11 milyar dolar Amerika. Hasil hutan tersebut antara lain adalah tumbuhan farmasi/obat-obatan, jamur, kacang, sirup dan gabus.



Hutan dan Perubahan Iklim7

* Diperkirakan bahwa setidaknya 1,7 milyar ton karbon dilepaskan per tahunnya akibat perubahan tata guna lahan. Bagian terbesar adalah deforestasi dikawasan hutan tropis.
* Deforestasi mewakili sekitar 20 persen emisi karbon dunia saat ini, yang persentasenya lebih besar dari emisi yang dikeluarkan oleh sektor transportasi dunia dengan penggunaan bahan bakar fosil yang intensif.

Sumber : REDD Indonesia(http://redd-indonesia.org/)